Senin, 20 Mei 2013

HARAJUKU


Harajuku........ mungkin jika kita mendengar kata harajuku, kita otomatis teringat akan suatu daerah, pakaian dan style unik dan agak “nyeleneh” dari negara sakura jepang. Jenis style ini sudah saya perhatikan dari jaman saya masih smp.. dan mampu membuat saya kagum karena keunikan dari style tersebut dari style yang lain,, saya bilang sih style yang berani “nabrak” batas .

SEJARAH  HARAJUKU
Harajuku adalah sebutan populer untuk sebuah kawasan yang terletak di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat favorit anak anak muda untuk berkumpul. Lokasinya sangat strategis, disekitar Harajuku terletak sebuah kuil yang bernama Kuil Meiji (Merupakan Kuil Shinto yang didedikasikan untuk memuja arwah Kaisar Meiji dan istrinya, Permaisuri Shōken), ada juga Taman Yoyogi, lalu pusat perbelanjaan Takeshita-dori, department store Laforet, dan juga ada Gimnasium Nasional Yoyogi (sebuah gedung yang terkenal diTokyo dan biasa digunakan untuk pertandingan basket). Harajuku bukan lah sebutan resmi untuk nama sebuah tempat dan juga bukan untuk dicantumkan sewaktu menulis alamat. Sebutan "Harajuku" biasanya hanya digunakan untuk kawasan bagian utara Omotesando ( jalan panjang yang disekitarnya banyak skali kafe dan butik  kelas atas dan sangat populer bagi orang dalam maupun luar Jepang). Ada juga daerah lain yang disebut Harajuku, daerah itu adalah Onden. Onden adalah nama kawasan bagian utara Omotesando.

Pada tahun 1980-an, Harajuku menjadi tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku (yaitu kelompok anak muda berpakaian aneh dikawasan Harajuku). Sampai saat ini, Takenoko-zoku bisa kita jumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagaidaerah di Jepang sering memenjadikan Harajuku sebagai tujuan study tour mereka saat mereka datang ke Tokyo.

Sejarahnya, sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan bagi orang yang bepergian melalui Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu (seorang daimyo dan shogun di Jepang)  menghadiahkan kekuasaan atas daerah Harajuku kepada seorang ninja dari Provinsi Iga (kalau dianime sering ada clan ninja iga, nah ga beda jauh sama ini) yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji (sebuah insiden berdarah di mana Oda Nobunaga, daimyo Owari, yang dikenal sebagai peletak dasar persatuan Jepang pada Zaman Sengoku, dikudeta oleh bawahan kepercayaanya, yaitu Akechi Mitsuhide).

Pada zaman Edo, kelompok ninja Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis dan menjadi daerah yang diperebutkan banyak klompok, tempat tersebut berada di bagian selatan Jalan Utama Koshu. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih Harajuku untuk dijadikan tempat tinggalnya. Para petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi dan juga membuat tepung.

Pada zaman Meiji, Harajuku dibangun menjadi sebuah kawasan penting yang dapat menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando dibangun pada tahun 1919 setelah Kuil Meiji didirikan pada tahun 1915.

Ditahun 1970 banyak pertokoan pertokoan yang dibangun lalu beberapa saat setelah itu Harajuku pun akhirnya menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti oleh majalah Anan dan majalah non-no. Pada saat itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku (istilah bagi perempuan yang bergaya unik didaerah Harajuku, Tokyo) sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no saat itu.

Pada tahun 1980, Jalan Takeshita menjadi sangat ramai karena orang orang penasaran dan ingin sekali melihat Takenoko-zoku yang berdandan unik dan menari nari di jalanan Harajuku. Akhirnya Harajuku pun menjadi kawasan khusus untuk pejalan kaki dan menjadi tempat favorit anak-anak muda untuk berkumpu. Harajuku pun akhirnya menjadi tempat yang ramai, banyak butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.
Biasanya Harajuku berhubungan dengan  gothic lolita, visual kei, dunia rock, hip hop, dan punk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar